Selasa, 17 Oktober 2017

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN DAUN BAWANG



BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Hidroponik berasal dari bahasa yunani yaitu hydro=air dan ponos=kerja yang merupakan suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles melainkan dengan media seperti kerikil, sabut kelapa, zat silika, pasir, pecahan batu karang, batu bata, potongan kayu, atau busa yang diberikan cukup air dan garam mineral.
Berdasarkan pengertiannya maka elemen dasar terpenting yang dibutuhkan tanaman hidroponik sederhana ini bukanlah tanah melainkan air yang mengandung cukup cadangan makanan untuk diserap oleh akar tanaman.Dilontarkan pertama kali oleh W.A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke dari university yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam.
Marco Polo dalam pengembaraannya mencatat bahwa terdapat penduduk di Negara China yang menanam tanaman secara hidroponik.Pada 1699 wooward, seorang ilmuan dari Inggris telah melakukan percobaan dengan menggunakan air sebagai media tanam menggantikan tanah garam mineral atau unsur hara dilarutkan dalam iar dengan dimasukkan sedikit tanah.
Pada 1930-an, saintis amerika, Gerice dari Universitas California telah berhasil menanam tomat dengan teknik hidroponik. Tomat tersebut tumbuh mencapai ketinggian 7,5 meter. Perkembangan teknologi greenhouse atau rumah plastic telah membantu perkembangan teknik hodroponik sehingga aktivitas pertanian dapat dijalankan sepanjang tahun tanpa mengenal musim.jadi, semenjak zaman dulu tanaman menggunakan media Lain selain tanah, telah banyak dan berhasil dikembangkan.
Saat ini cocok tanam secara hidroponik dilakukan oleh petani. Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.
Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR.WF.Gericke.beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat ini beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.
Jenis-jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik
1. Tanaman holtikultur : sawi,kangkung, strawberi dan lain-lain
2. Sayuran : sawi, tomat, wortel, brokoli, cabai, seledri, bawang putih, bawang merah, bawang daun, selada, dan terong.
3. Buah : melon, mentimun, semangka, strawberi, tomat, dan paprika.
4. Tanaman hias : krisan, gerbera, anggrek, kaladium dan kaktus.
Desa Harapan Makmur merupakan salah satu desa yang masih sangat memerlukan pemberdayaan baik dalam hal ekonomi, pernanian dsb. Di desa harapan makmur terdapat 9 Rt. Pada kesempatan kali ini kelompok kami memusatkan kegiatan pada RT 8 dan 9. Di Rt 8terdapat 37 KK sedangkan d Rt 9 terdapat 29 KK. Ibu-ibu yang terdapat di RT 8 dan Rt rata- rata menjalankan rutinitas sebagai iru rumah tangga sedangkan bapak-bapakya bekerja sebagai buruh bangunan dan pekerja pabrik. Desa Harapan makmur dapat dikatakan sebagai desa yang tandus, dengan kondisi lingkungan gersang, tanah berwarna kuning. Di desa harapan makmur juga masih kesusahan untuk mendapatkan sumber air bersih.
Dengan kondisi lingkungan desa harapan makmur tersebut oleh karena itu kami merasa hiroponik dapat menjadi pilihan yang tepat bagi warga desa jika bercocok tanam dengan kondisi lingkungan tersebut. Untuk warga desa yang masih pemula terhadap hidroponik oleh karena itu kami memilih hidroponik sederhana dengan memanfaatkan barang bekas. Kemudian memilih tanaman yang cocok untuk kondisi lingkungan desa harapan makmur yaitu tanaman daun bawang.


2.      TUJUAN
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, adapun tujuan kami akan mengadakan kegiatan pelatihan budidaya  daun bawang dengan hidroponik sederhana yaitu :
1)      Memperkenalkan budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik sederhana
2)      Menambah wawasan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki kegiatan dirumah.
3)      Memberikan solusi bagi warga desa yang ingin bercocok tanam namun kurang memiliki lahan.


















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Perencanaan Pelatihan
a.      Sasaran
Pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana akan dilaksanakan untuk ibu-ibu rumah tangga yang terdapat di 2 Rt. Alasan mengapa pelatihan ini memilih ibu-ibu rumah tangga menjadi sasaran kegiatan pelatihan ini yaitu karena ibu-ibu yang terdapat di Rt 8 dan 9 mayoritas tidak memiliki pekerjaan . oleh karena itu dirasa sangat baik jika ibu-ibu dijadikan sebagai sasaran, diharapkan dengan dijadikan sebagai sasaran pelatihan ibu-ibu dapat menerapkan hasil pelitahan ini nantinya . Sehingga ibu- ibu tidak perlu lagi bingung jika ingin bercocok tanam dilahan yang sempit dan ibu-ibu juga dapat menghemat uang dengan tidak lagi membeli tanaman daun bawang.

b.      Tempat Pelatihan
Pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana ini akan dilaksanakan di :
Tempat           : Halaman Rumah Bapak Rt 8 Desa
Tanggal           : 
Alamat            : Desa
 Waktu             :08.00- selesai
c.       Tahapan Pelatihan
1.    Pendahuluan (Tahap I)
 Pada tahap pertama kegiatan berupa pengenalan-pengenalan terhadap pembicara, pengenalan jalannya kegiatan dan materi apa yang akan disajikan, pengenalan konsep dan materi yang dijelaskan oleh instruktur.  Pengenalan teori dari materi yang akan dijelaskan lebih lanjut seperti materi konsep tentang hidroponik, pengenalan teknik-teknik yang dapat digunakan dalam hidroponik.
2.    Inti (Tahap II)
Pada tahap kedua ini merupakan kegiatan inti setelah adanya pendahuluan, pada kegiatan ini mulai masuk kedalam materi. Setelah dilakukan pengenalan, kemudian pembicara/instruktur menjelaskan secara mendetail mengenai konsep dan mengarahkan kepada peserta untuk mengerti dan memahami materi dengan baik. Dalam kegiatan inti ini masih dilakukan kegiatan ceramah dan  diskusi, hanya ada kegiatan demonstrasi dari instruktur dalam menjelaskan.
3. Pendalaman (Tahap III)
Pada tahap pendalaman dilakukan kegiatan lebih terfokus setelah materi dan konsep sudah dijelaskan pada tahap inti. Pada kegiatan ini, perserta ikut andil atau melakukan kegiatan praktek dalam membuat hidroponik sederhana baik secara mandiri atau kelompok. Instruktur akan mengarahkan dan mengajari peserta dengan berkeliling diantara peserta. Pada tahap ini kegiatan lebih terpusat pada peserta. Setelah kegiatan selesai dilakukan evaluasi atau penilaian.



d.      Metode Pelatihan
Metode pelatihan yang digunakan dalam pendidikan dan pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana pertama adalah dengan ceramah yaitu seperti pada pengenalan konsep awal pembicara atau instruktur akan menjelaskan materi terlebih dahulu memberikan penjelasan dan keterangan teori-teori tentang hidroponik  terlebih kepada peserta yang belum memahami sama sekali tentang hidroponik . Kemudian ada metode diskusi untuk memberikan keluasan berdiskusi antara peserta dan instruktur apabila ada pertanyaan yang kurang dipahami oleh peserta . Metode pelatihan terpusat pada peserta instruktur berkeliling dan memperhatikan langsung kegiatan peserta pada saat praktek setelah dicontohkan atau didemonstrasikan instruktur. Instruktur juga mengarahkan dan membantu peserta apabila ada kesulitan dalam mempraktekkan pembuatan hidroponik sederhana.
e.       Organisasi pelatihan
Dalam kegiatan pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana ini akan dilaksanakan oleh kelompok 7, yang terdiri dari :
·         Dosen Pembimbing : Drs. Parlan, M.Pd
                Anggota kelompok :
·         Apri Novita Sari
·         Nia Ulfa Sari
·         Nova Nurrohma Putri
·         Riki Zakaria
f.       Alat dan Bahan
·         Botol air mineral bekas
·         Bibit tanaman daun bawang
·         Gunting
·         Karter
·         Cangkul
·         Sumbu kompor
·         Air
·         Tanah bekas bakaran
·         Pupuk

g.      Langkah-langkah Budidaya Daun Bawang Hidroponik Sederhana
Adapun langkah-langkah dalam budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana yaitu :
·         Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana
·         Setelah alat dan bahan siap, langkah selanjutnya adalah potong botol air mineral dengan menggunakan karter dan gunting dengan ukuran bagian atas 1/3 . mula-mula potong botol dengan karter untuk permulaan potongan, setelah itu dilanjutkan dengan menggunakan gunting.
·         Langkah selanjutnya adalah bolongkan tutup botol air mineral dengan menggunakan kareter.
·         Selanjutnya bagi sumbu kompor yang masih besar menjadi sumbu-sumbu yang kecil.
·         Setelah itu basahi sumbu kompor, agar air dapat lebih mudah menyerap di saat penanaman.
·         Kemudian masukan sumbu kompor yang telah di bagi-bagi menjadi kecil ke dalam tutup botol yang telah dibolongkan.
·         Langkah selanjutnya adalah campur air dengan pupuk yang telah disiapkan.
·         Masukan air yang tekah dicampur pupuk ke dalam potongan botol bagian bawah.
·         Masukkan tanah bekas bakaran ke dalam potongan botol bagian atas.
·         Selanjutnya letakkan potongan botol bagian atas deangan posisi tutup botol berada di bawah tepat di atas air.
·         Langkah terahir adalah menanam bibit tanaman daun bawang ke dalam  botol yang berisi tanah.
2.      Analisis SWOT
a.       Kekuatan :
Adapun yang menjadi kekuatan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu :
1)      Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan hidroponik sederhana mudah untuk didapatkan.
2)      Ketersedian lahan penanaman yang masih luas di desa harapan makmur.
b.      Kelemahan :
1.      Kurangnya kemauan dari warga desa untuk mengikuti kegiatan
2.      Jarak antar rumah jauh, sehingga sangat sulit untuk berkumpul
3.      Kurangnya sumber daya alam yang ingin di kembangkan untuk kemajuan desa
c.       Peluang
1.      Karena hidroponik masih dirasa baru di desa harapan makmur, jika hidroponik mampu dikembangkan dapat dijadikan usaha baru bagi warga desa, dengan menjual hasil dari tanaman hidroponik.
d.      Ancaman
1.      kurangnya dari Tarik masyrakat karena kurangnya pemahaman masyrakat terhadap manfaat dari hidroponik.
2.      Munculnya karya inovatif yang baru sehingga masyrakat kurang meminati hidroponik.