BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Hidroponik
berasal dari bahasa yunani yaitu hydro=air dan ponos=kerja yang merupakan suatu
metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles
melainkan dengan media seperti kerikil, sabut kelapa, zat silika, pasir,
pecahan batu karang, batu bata, potongan kayu, atau busa yang diberikan cukup
air dan garam mineral.
Berdasarkan
pengertiannya maka elemen dasar terpenting yang dibutuhkan tanaman hidroponik
sederhana ini bukanlah tanah melainkan air yang mengandung cukup cadangan
makanan untuk diserap oleh akar tanaman.Dilontarkan pertama kali oleh W.A.
Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F.
Gericke dari university yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam
dengan air sebagai medium tanam.
Marco Polo
dalam pengembaraannya mencatat bahwa terdapat penduduk di Negara China yang
menanam tanaman secara hidroponik.Pada 1699 wooward, seorang ilmuan dari
Inggris telah melakukan percobaan dengan menggunakan air sebagai media tanam
menggantikan tanah garam mineral atau unsur hara dilarutkan dalam iar dengan
dimasukkan sedikit tanah.
Pada
1930-an, saintis amerika, Gerice dari Universitas California telah berhasil
menanam tomat dengan teknik hidroponik. Tomat tersebut tumbuh mencapai
ketinggian 7,5 meter. Perkembangan teknologi greenhouse atau rumah plastic
telah membantu perkembangan teknik hodroponik sehingga aktivitas pertanian
dapat dijalankan sepanjang tahun tanpa mengenal musim.jadi, semenjak zaman dulu
tanaman menggunakan media Lain selain tanah, telah banyak dan berhasil
dikembangkan.
Saat ini
cocok tanam secara hidroponik dilakukan oleh petani. Istilah hidroponik
(hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa
menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam
di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya,
seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.
Penemu dari
metode hidroponik ini adalah DR.WF.Gericke.beliau adalah seorang agronomis dari
Universitas California, USA. Saat ini beliau berhasil menanam tomat setinggi 3
meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.
Jenis-jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik
1. Tanaman
holtikultur : sawi,kangkung, strawberi dan lain-lain
2. Sayuran : sawi, tomat, wortel,
brokoli, cabai, seledri, bawang putih, bawang merah, bawang daun, selada, dan
terong.
3. Buah : melon, mentimun, semangka,
strawberi, tomat, dan paprika.
4. Tanaman hias : krisan, gerbera,
anggrek, kaladium dan kaktus.
Desa Harapan
Makmur merupakan salah satu desa yang masih sangat memerlukan pemberdayaan baik
dalam hal ekonomi, pernanian dsb. Di desa harapan makmur terdapat 9 Rt. Pada
kesempatan kali ini kelompok kami memusatkan kegiatan pada RT 8 dan 9. Di Rt
8terdapat 37 KK sedangkan d Rt 9 terdapat 29 KK. Ibu-ibu yang terdapat di RT 8
dan Rt rata- rata menjalankan rutinitas sebagai iru rumah tangga sedangkan
bapak-bapakya bekerja sebagai buruh bangunan dan pekerja pabrik. Desa Harapan
makmur dapat dikatakan sebagai desa yang tandus, dengan kondisi lingkungan
gersang, tanah berwarna kuning. Di desa harapan makmur juga masih kesusahan
untuk mendapatkan sumber air bersih.
Dengan
kondisi lingkungan desa harapan makmur tersebut oleh karena itu kami merasa
hiroponik dapat menjadi pilihan yang tepat bagi warga desa jika bercocok tanam
dengan kondisi lingkungan tersebut. Untuk warga desa yang masih pemula terhadap
hidroponik oleh karena itu kami memilih hidroponik sederhana dengan
memanfaatkan barang bekas. Kemudian memilih tanaman yang cocok untuk kondisi
lingkungan desa harapan makmur yaitu tanaman daun bawang.
2.
TUJUAN
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di
atas, adapun tujuan kami akan mengadakan kegiatan pelatihan budidaya daun bawang dengan hidroponik sederhana yaitu
:
1)
Memperkenalkan
budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik sederhana
2)
Menambah
wawasan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki kegiatan dirumah.
3)
Memberikan
solusi bagi warga desa yang ingin bercocok tanam namun kurang memiliki lahan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Perencanaan Pelatihan
a.
Sasaran
Pelatihan budidaya
tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana akan dilaksanakan untuk ibu-ibu
rumah tangga yang terdapat di 2 Rt. Alasan mengapa pelatihan ini memilih
ibu-ibu rumah tangga menjadi sasaran kegiatan pelatihan ini yaitu karena
ibu-ibu yang terdapat di Rt 8 dan 9 mayoritas tidak memiliki pekerjaan . oleh
karena itu dirasa sangat baik jika ibu-ibu dijadikan sebagai sasaran,
diharapkan dengan dijadikan sebagai sasaran pelatihan ibu-ibu dapat menerapkan
hasil pelitahan ini nantinya . Sehingga ibu- ibu tidak perlu lagi bingung jika
ingin bercocok tanam dilahan yang sempit dan ibu-ibu juga dapat menghemat uang
dengan tidak lagi membeli tanaman daun bawang.
b.
Tempat Pelatihan
Pelatihan budidaya
tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana ini akan dilaksanakan di :
Tempat
: Halaman Rumah Bapak Rt 8 Desa
Tanggal :
Alamat
: Desa
Waktu :08.00- selesai
c.
Tahapan Pelatihan
1. Pendahuluan
(Tahap I)
Pada tahap pertama kegiatan berupa
pengenalan-pengenalan terhadap pembicara, pengenalan jalannya kegiatan dan materi
apa yang akan disajikan, pengenalan konsep dan materi yang dijelaskan oleh
instruktur. Pengenalan teori dari materi yang akan dijelaskan lebih
lanjut seperti materi konsep tentang hidroponik, pengenalan teknik-teknik yang
dapat digunakan dalam hidroponik.
2. Inti
(Tahap II)
Pada tahap kedua ini
merupakan kegiatan inti setelah adanya pendahuluan, pada kegiatan ini mulai
masuk kedalam materi. Setelah dilakukan pengenalan, kemudian
pembicara/instruktur menjelaskan secara mendetail mengenai konsep dan
mengarahkan kepada peserta untuk mengerti dan memahami materi dengan baik.
Dalam kegiatan inti ini masih dilakukan kegiatan ceramah dan diskusi,
hanya ada kegiatan demonstrasi dari instruktur dalam menjelaskan.
3. Pendalaman (Tahap
III)
Pada tahap pendalaman
dilakukan kegiatan lebih terfokus setelah materi dan konsep sudah dijelaskan
pada tahap inti. Pada kegiatan ini, perserta ikut andil atau melakukan kegiatan
praktek dalam membuat hidroponik sederhana baik secara mandiri atau kelompok.
Instruktur akan mengarahkan dan mengajari peserta dengan berkeliling diantara
peserta. Pada tahap ini kegiatan lebih terpusat pada peserta. Setelah kegiatan
selesai dilakukan evaluasi atau penilaian.
d.
Metode Pelatihan
Metode pelatihan yang
digunakan dalam pendidikan dan pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan
hidroponik sederhana pertama adalah dengan ceramah yaitu seperti pada
pengenalan konsep awal pembicara atau instruktur akan menjelaskan materi
terlebih dahulu memberikan penjelasan dan keterangan teori-teori tentang hidroponik
terlebih kepada peserta yang belum
memahami sama sekali tentang hidroponik . Kemudian ada metode diskusi untuk
memberikan keluasan berdiskusi antara peserta dan instruktur apabila ada
pertanyaan yang kurang dipahami oleh peserta . Metode pelatihan terpusat pada
peserta instruktur berkeliling dan memperhatikan langsung kegiatan peserta pada
saat praktek setelah dicontohkan atau didemonstrasikan instruktur. Instruktur
juga mengarahkan dan membantu peserta apabila ada kesulitan dalam mempraktekkan
pembuatan hidroponik sederhana.
e. Organisasi
pelatihan
Dalam kegiatan
pelatihan budidaya tanaman daun bawang dengan hidroponik sederhana ini akan
dilaksanakan oleh kelompok 7, yang terdiri dari :
·
Dosen Pembimbing : Drs. Parlan, M.Pd
Anggota kelompok :
·
Apri
Novita Sari
·
Nia
Ulfa Sari
·
Nova
Nurrohma Putri
·
Riki
Zakaria
f. Alat
dan Bahan
·
Botol
air mineral bekas
·
Bibit
tanaman daun bawang
·
Gunting
·
Karter
·
Cangkul
·
Sumbu
kompor
·
Air
·
Tanah
bekas bakaran
·
Pupuk
g. Langkah-langkah
Budidaya Daun Bawang Hidroponik Sederhana
Adapun langkah-langkah dalam budidaya tanaman daun
bawang dengan hidroponik sederhana yaitu :
·
Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan untuk budidaya tanaman daun bawang dengan
hidroponik sederhana
·
Setelah
alat dan bahan siap, langkah selanjutnya adalah potong botol air mineral dengan
menggunakan karter dan gunting dengan ukuran bagian atas 1/3 . mula-mula potong
botol dengan karter untuk permulaan potongan, setelah itu dilanjutkan dengan
menggunakan gunting.
·
Langkah
selanjutnya adalah bolongkan tutup botol air mineral dengan menggunakan
kareter.
·
Selanjutnya
bagi sumbu kompor yang masih besar menjadi sumbu-sumbu yang kecil.
·
Setelah
itu basahi sumbu kompor, agar air dapat lebih mudah menyerap di saat penanaman.
·
Kemudian
masukan sumbu kompor yang telah di bagi-bagi menjadi kecil ke dalam tutup botol
yang telah dibolongkan.
·
Langkah
selanjutnya adalah campur air dengan pupuk yang telah disiapkan.
·
Masukan
air yang tekah dicampur pupuk ke dalam potongan botol bagian bawah.
·
Masukkan
tanah bekas bakaran ke dalam potongan botol bagian atas.
·
Selanjutnya
letakkan potongan botol bagian atas deangan posisi tutup botol berada di bawah
tepat di atas air.
·
Langkah
terahir adalah menanam bibit tanaman daun bawang ke dalam botol yang berisi tanah.
2.
Analisis SWOT
a.
Kekuatan :
Adapun
yang menjadi kekuatan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu :
1)
Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan hidroponik sederhana
mudah untuk didapatkan.
2)
Ketersedian lahan penanaman yang masih luas di desa harapan makmur.
b.
Kelemahan :
1.
Kurangnya kemauan dari warga desa untuk mengikuti kegiatan
2.
Jarak antar rumah jauh, sehingga sangat sulit untuk berkumpul
3.
Kurangnya sumber daya alam yang ingin di kembangkan untuk kemajuan desa
c.
Peluang
1.
Karena hidroponik masih dirasa baru di desa harapan makmur, jika
hidroponik mampu dikembangkan dapat dijadikan usaha baru bagi warga desa,
dengan menjual hasil dari tanaman hidroponik.
d.
Ancaman
1.
kurangnya dari Tarik masyrakat karena kurangnya pemahaman masyrakat
terhadap manfaat dari hidroponik.
2.
Munculnya karya inovatif yang baru sehingga masyrakat kurang meminati
hidroponik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar